semua halaman

berita terkait industri baja tahan karat

  1. Harga baja tahan karat telah menunjukkan tren kenaikan selama beberapa tahun terakhir karena beberapa faktor. Pertama, terjadi lonjakan permintaan produk baja tahan karat, didorong oleh pertumbuhan di sektor konstruksi, otomotif, dan kedirgantaraan. Selain itu, biaya bahan baku yang digunakan dalam produksi baja tahan karat, seperti nikel dan kromium, juga meningkat. Hal ini menyebabkan kendala rantai pasokan, karena produsen kesulitan mengamankan bahan yang mereka butuhkan untuk memenuhi permintaan.
  2. Penggunaan baja tahan karat dalam industri otomotif sedang meningkat, seiring dengan upaya produsen mobil untuk mengurangi bobot kendaraan mereka dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Baja tahan karat merupakan material yang populer untuk komponen mobil karena kuat, tahan korosi, dan memiliki masa pakai yang panjang. Penggunaan baja tahan karat dalam sistem pembuangan khususnya semakin meningkat, karena dapat menahan suhu tinggi dan tahan terhadap korosi akibat garam jalan dan bahan kimia lainnya.
  3. Industri baja nirkarat berada di bawah tekanan untuk mengurangi jejak karbonnya, seiring meningkatnya kekhawatiran tentang perubahan iklim. Salah satu pendekatan yang sedang dieksplorasi adalah penggunaan sumber energi terbarukan untuk menggerakkan fasilitas manufaktur. Misalnya, beberapa produsen baja nirkarat berinvestasi dalam energi angin dan matahari untuk mengurangi ketergantungan mereka pada bahan bakar fosil. Selain itu, terdapat fokus pada peningkatan efisiensi energi dan pengurangan limbah dalam proses produksi.
  4. Tiongkok adalah produsen dan konsumen baja nirkarat terbesar di dunia, menyumbang lebih dari 50% produksi global. Dominasi negara ini disebabkan oleh populasinya yang besar, industrialisasi yang pesat, dan biaya tenaga kerja yang rendah. Namun, negara-negara lain seperti India dan Jepang juga tengah meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Di Amerika Serikat, produksi baja nirkarat telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh pertumbuhan industri konstruksi dan permintaan yang kuat akan peralatan industri.
  5. Pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap industri baja nirkarat, sebagaimana halnya terhadap banyak industri lain di seluruh dunia. Pandemi ini mengganggu rantai pasokan global, menyebabkan keterlambatan dan kekurangan bahan baku serta produk jadi. Selain itu, permintaan produk baja nirkarat menurun di beberapa sektor, seperti konstruksi dan minyak dan gas, seiring dengan melambatnya aktivitas ekonomi. Namun, industri ini telah menunjukkan ketahanan dan diperkirakan akan pulih seiring dunia pulih dari pandemi.

Waktu posting: 24 Februari 2023

Tinggalkan Pesan Anda